Enter content here

Enter content here

Enter content here

KELINCI RUMAHAN 
 

Kelinci rumahan (house rabbit) adalah kelinci yang dipelihara sebagai hewan kesayangan untuk menemani, yang tinggal di dalam rumah dengan pemiliknya. Kelinci rumahan memiliki kandang dalam rumah dan ruang yang aman bagi si kelinci untuk berlari dan bermain, misalnya ruang TV atau ruang keluarga. 

 

300px-rabbit_sharing_apple.jpg

Kelinci mudah dilatih untuk menggunakan kotak pasir saat buang air dan dapat belajar untuk datang saat dipanggil. Makanannya terutama terdiri dari rumput (segar atau kering) yang TIDAK TERBATAS, sedikit pellet, sayuran segar dan sedikit buah-buahan.

Kelinci rumahan adalah hewan yang sangat pendiam. Kelinci cocok untuk keluarga yang tidak memiliki anak kecil, karena anak-anak akan menakuti atau membahayakan si kelinci dengan suara-suara yang ribut dan keras, atau memegang kelinci tanpa hati-hati.

SOSIALISASI

 Kelinci adalah hewan yang sangat sosial (kecuali jika terbiasa sendirian sejak kecil). Kelinci rumahan menjadi bagian dalam keluarga, seperti anjing, kucing dan burung, dan sering berteman dengan hewan-hewan tersebut. Bukan hal aneh jika anda melihat seekor kelinci rumahan menjilati (grooming) kucing atau anjing atau kelinci yang lain. Sosialisasi membutuhkan waktu, terutama diantara 2 kelinci , dimana proses tersebut disebut "ikatan" atau "bonding". Sampai kedua kelinci berteman (berikatan), masing-masing akan sangat menjaga daerah kekuasaannya dan dapat  menjadi suatu bahaya bagi masing-masing kelinci.

 Seekor kelinci membutuhkan setidaknya 2 jam waktu di luar kandang dalam lingkungan yang aman (lihat "perlindungan rumah" di bawah). Otot-otot yang kuat di kaki belakangnya akan melemah jika dia tidak diberikan kesempatan untuk berlari, lompat dan bermain. Ketika seekor kelinci bermain, dia akan sering melakukan "binky", merupakan tarian gembira dimana si kelinci akan melompat ke udara (jauh lebih tinggi dari lompatan biasa), berputar, dan langsung berlari dengan cepat sesaat setelah dia mendarat lagi ke lantai. Ketika sedang tenang dan kepalanya diusap, si kelinci akan menggerakkan giginya dengan lembut (suaranya seperti sedang mengunyah) dengan rasa senang. Kelinci menyukai perhatian yang lembut dan sedikit suara dari teman manusianya, walaupun kebanyakan tidak suka digendong, karena mereka menjadi sangat jauh dari daerah aman yang alami sebagai hewan mangsa ( di tanah). Seekor kelinci rumahan akan mengenal namanya dan datang ketika dipanggil. Untuk mempelajari cara memberikan nama bagi kelinci, silakan klik "Melatih kelinci".

House Rabbit Organizations (HRO-organisasi untuk kelinci rumahan) mengingatkan bahwa kelinci bukanlah hewan peliharaan yang sesuai untuk anak kecil karena mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk diam, tenang dan lembut ketika bersama si kelinci. Sebagai hewan mangsa, kelinci adalah hewan yang sangat waspada dan pemalu, yang sangat mudah kaget. Kelinci memiliki tulang-tulang yang mudah patah, terutama tulang belakang (tulang punggung), yang membutuhkan pegangan pada perut dan bokong saat diangkat. Anak-anak yang berusia 10 tahun atau lebih biasanya memiliki kematangan yang dibutuhkan untuk merawat kelinci.

Sebaiknya anjing dan kucing umumnya jangan dibiarkan bersama kelinci saat anda pergi, karena insting mereka sebagai predator (hewan pemangsa) atau rasa antusias yang berlebihan untuk bermain dapat menyebabkan anjing atau kucing menyerang si kelinci dengan spontan. Banyak pemilik kelinci telah menemukan, bagaimanapun, setelah perkenalan yang hati-hati, anjing atau kucing berteman baik dengan kelinci mereka.

 

KANDANG

Kelinci membutuhkan daerah tertutup yang setidaknya 4x lipat dari panjang tubuhnya. Tempat  yang umum adalah x-pens (tempat latihan anak anjing), kondominium kelinci yang bertingkat (terbuat dari triplek atau kardus), kandang anjing yang besar, sebuah ruangan, dan bahkan seluruh rumah. Sayangnya, kondominium kelinci masih jarang ditemukan di Indonesia.

Pagar untuk latihan anjing yang bisa dilipat, dengan tinggi 26 inci atau lebih disebut exercise pen atau x-pen. Pagar ini memberikan lebih ruangan yang bebas dan lebih mudah dibersihkan dibandingkan kandang kelinci tradisional (terbuat dari kayu, bambu, atau kawat tebal). Beberapa x-pen dapat disatukan untuk memperluas ruang bermain. Selain itu, x-pen mudah dibawa saat bepergian dan dapat digunakan untuk perkenalan dengan teman baru.

Kondominium kelinci terbuat dari x-pen yang bertingkat. Namun, bisa juga dibuat dari kawat tebal, balok kayu bekas sayuran, atau kardus bekas yang dapat dibeli di toko penjual keperluan rumah (misalnya toko bahan bangunan). Plastik yang berkerut-kerut (bekas pembungkus barang elektronik) dan karpet bekas umum digunakan sebagai alas lantai. Kondominium yang bertingkat menyediakan tempat yang cukup bagi si kelinci untuk melompat dan bermain. Anda dapat memilih bentuk dan ukurannya.

Jenis kandang yang lain adalah kandang anjing yang besar. HRO mengingatkan untuk tidak menggunakan lantai dari kawat kasa, karena akan menyebabkan iritasi pada kaki belakang kelinci. Anda dapat menambahkan kaerpet atau linoleum pada kandang yang memiliki lantai dari kawat kasa untuk melindungi kaki si kelinci, atau kadang-kadang kawat kasa dapat dilepas.

Ada kelinci yang hidup di ruangan tersendiri, dilengkapi dengan sebuah kotak pasir, mainan dan makanan, dan bebas dari benda-benda berbahaya (kabel listrik, sabun, kotak detergen, barang-barang elektronik, dll). Kelinci dapat bersembunyi dibawah tempat tidur atau furniture, dan dapat diperbolehkan untuk menguasai ruangan-ruangan yang lain dengan pengawasan. Seringkali, ruangan khusus untuk kelinci adalah ruang tidur pemiliknya atau dapur. Jika seluruh rumah dilengkapi dengan "bunny proof" (menyingkirkan benda-benda yang berbahaya bagi si kelinci dari jalur yang sering dilewatinya, dan menutup kabel yang ada di lantai dengan pipa/plastik PVC), seekor kelinci rumahan dapat berjalan-jalan di seluruh rumah dengan bebas seperti kucing dan anjing. Tergantung dari kepribadian si kelinci, hal ini dapat memerlukan penambahan kotak pasir, jika memungkinkan ada 1 kotak tiap ruangan atau lantai.

Di dalam tempat bermain, seekor kelinci rumahan diberi tempat kecil untuk berlindung, bersembunyi dan beristirahat. Kardus baik untuk digunakan sebagai tempat bersembunyi dan mainan untuk dikunyah selama tidak terlalu tinggi, agar si kelinci tidak dapat melompat keluar dari kandang.

 

MAKANAN

300px-rabbiteating.jpg

Kelinci rumahan, semua umur, diberikan rumput timothy yang TAK TERBATAS (di Indonesia, dapat diganti dengan rumput gajah atau rumput jenis lain yang tersedia di sekitar rumah), sumber serat yang mengurangi kemungkinan penyumbatan saluran cerna dan kelainan gigi , serta menyediakan serat tak tercerna yang diperlukan untuk membuat usus tetap bergerak.

Kelinci rumahan biasanya diberi sekitar 2 cangkir sayuran daun-daunan berwarna hijau tua  (200 gram) per 3 kg berat badan dan buah-buahan / wortel maksimal 2 sendok makan per 3 kg berat badan tiap hari. Pemilik kelinci rumahan biasanya menyediakan cemilan bagi si kelinci, walaupun dalam jumlah yang sangat terbatas, yang dapat berupa sedikit pellet kelinci, sepotong strawberry, beberapa butir kismis, atau makanan sehat lainnya. Cemilan kelinci yang dijual di pet shop jangan terlalu sering diberikan, karena mengandung terlalu banyak gula dan pati, yang tidak baik untuk pencernaan kelinci.

Untuk informasi yang lebih jelas, silakan klik "makan??hmmm"

BUNNY PROOF (RUMAH TAHAN KELINCI)

Seekor kelinci rumahan membutuhkan waktu setidaknya 2x sehari di luar kandang untuk berlari dan bermain. Si kelinci disediakan tempat dimana dia dapat berjalan-jalan dengan bebas, dimana benda-benda yang berbahaya (bagi rumah maupun si kelinci) telah disingkirkan. Misalnya, untuk menghindari setruman listrik, anda dapat menyembunyikan kabel listrik di bawah karpet atau menutupi kabel tersebut dengan plastik PVC sepanjang kabel. Benda-benda lain yang biasanya dihindari adalah benda-benda yang terbuat dari kayu (furniture , vas bunga dari kayu, hiasan-hiasan, dll), yang merupakan sasaran untuk dikunyah; masalah ini dapat diatasi dengan menyediakan sesuatu dalam ruangan tersebut yang akan menarik si kelinci untuk mengunyahnya, misalnya buku telepon dan kertas-kertas yang sudah tidak terpakai, atau roll kertas bekas tisu. Selain  menyingkirkan benda-benda berbahaya di dalam rumah, anda juga tidak boleh membiarkan si kelinci di luar rumah tanpa diawasi, karena hewan pemangsa dapat menyerangnya, atau bisa saja ada pestisida yang dapat membahayakan si kelinci.